Wednesday, May 10, 2017

Ricuh, Pertandingan Perdana Liga Nusantara Persibo VS Bumi Wali

    Wednesday, May 10, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  kericuhan Pertandingan perdana liga 3 antara Persibo Bojonegoro vs Bumi Wali FC Tuban terjadi dibabak kedua. Berawal dari keteganggan antara kedua kesebelasan tersebut Dibabak kedua saat merumput di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro. Rabu (10/05/17).

Puncak kerusuhan tersebut bermula saat para pemain Bumi Wali FC melancarkan serangan ke gawang Persibo Bojonegoro, melalui umpan lambung dan disambut sundulan pemain tengah Bumi Wali FC. Menganggap bola masuk ke gawang yang dijaga oleh Toni Aryo Bintoro, para pemain Bumi Wali FC Bersorak menyambut Gol tersebut.

Namun Asisten Wasit, Irwan Abadi, menyatakan bola belum masuk ke gawang dan berhasil ditepis oleh penjaga gawang Persibo. Menaggapi protes tersebut para pemain Bumi Wali FC pun melancarkan protes, pemain cadangan serta para official juga mendatangi asisten wasit I, yang dianggap salah memberi keputasan. Dari bangku penonton VIP kembali melakukan pelemparan botol air mineral, aparat keamanan dari Polri dan TNI segera melerai keributan tersebut dan pertandingan dilanjutkan.

"Nyata-nyata sudah masuk kegawang, pemain sudah melihat masuk, itu pasti terekam kamera nanti kita Iihat,” ujar salah satu official Bumi Wali FC yang tidak terima.

Pertandingan menjadi semakin memanas, kedua kesebelasan terus bermain keras
hingga wasit harus bertindak tegas dengan mengeluarkan kartu. Total tiga pemain mendapatkan kartu merah dalam Iaga tersebut. Dua pemain Persibo nomor punggung 14, Agus Budi Prasetyo dan nomor punggung 23, Restu Gunawan serta satu pemain Bumi Wali FC, nomor punggung 25, Bayu Arflan.

Keributan para pemain dan offlcial kembali terjadi saat terjadi pelanggaran di sisi kiri pertahanan Persibo Bojonegoro di menit-menit akhir pertandingan. Para pemain saling tarik dan saling dorong, offlcial pertandingan kedua kesebelasan yang juga terpancing emosi ikut saling dorong di pinggir lapangan hingga ke tengah lapangan.

Hampir seluruh official kedua kesebelasan ikut serta dalam keributan tersebut. diantaranya CEO Persibo Bojonegoro, Abdullah Umar, pelatih l Putu Gede yang juga turut serta dalam keributan ditengah
lapangan tersebut. Sementara dipihak Bumi Wali FC juga seluruh official terlihat melancarkan protes. Terlihat salah satu official, Miyadi, marah-marah karena diminta mundur oleh aparat keamanan.

"Itu apa seorang pelatih profesional, I Putu Gede melakukan pemukulan terhadap pemain, pelatih itu suruh mundur jangan hanya kita," ujarnya dengan nada keras. Dari data yang di himpun suarabojonegoro.com, aparat keamanan kesulitan menenangkan kedua belah pihak yang saling bertikai. Akhirnya Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSI, turun tangan sendiri menenangkan kedua belah pihak.

"Selain pemain keluar dari lapangan," teriak Kapolres.

Pertandingan dilanjutkan, dengan sisa waktu beberapa menit. Akhirnya
hingga peluit wasit pertanda pertandingan berakhir, skor tidak berubah tetap 1-0 untuk kemenangan Persibo Bojonegoro. (Bim/red)

No comments:
Write comments