Selasa, 06 Juni 2017

Gebyar Bazar Ramadan Kartar Satu Jiwa Desa Ngulanan

    Selasa, Juni 06, 2017   No comments

Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Semangat pemuda Desa Ngulanan Kecamatan Dander bak terbangun dari tidur panjangnya. Dengan membuat gebrakan progam untuk mewujudkan program ekonomi produktif, kartar 'Satu Jiwa' mengadakan bazar Ramadan Ngulanan.

Dengan adanya progam ini diharapkan kartar 'satu jiwa' dapat memenuhi tujuanya yakni dibidang unit ekonomi produktif (UEP) dan juga unit kesejahteraan sosial (UKS).

"Walau tanpa campur tangan dari pemerintah desa, kartar “satu jiwa” Desa Ngulnan tetap semangat tanpa pantang menyerah," kata Ahmad Hasan Safi'i, Penanggung Jawab Bazar Karang Taruna Desa Ngulanan.

Lebih lanjut, dari modal yang pas-pasan atau dari uang iuran anggota yang tidak banyak, maka katar ngulanan memanfaatkan barang yg sudah ada di desa seperti bambu yang meminta kepada masyarakat Desa Ngulanan dan atap dari jerami yang disusun sedemikian rupa agar menjadi nyaman bagi penjual maupun pembeli.

Bazaar di desa ngulanan ini baru pertamakalinya sepanjang sejarah desa. Dengan memulai membuat 8 stan untuk yang pertama. Dan antusias warga sangatlah baik. Berbagai jajanan dijual oleh pedagang, mulai dari takjil seperti kolak, aneka sayur dan aneka gorengan sampai pakaian dan kue kering.

"Setiap hari warga mengunjungi bazaar tersebut untuk membeli kebutuhan yang mereka inginkan terutama untuk berbuka puasa," papar Hasan.

Pemilihan tempat bazar ini juga sangat strategis yakni di tanah yang luas dan di samping jalan poros desa, membuat pembeli berdatangan bukan hanya dari masyarakat dari desa ngulanan saja yakni dari desa tetangga pun juga ikut mengunjungi bazaar tersebut.

Di samping itu, setiap sore juga diisi dengan kegiatan lain seperti lomba anak-anak, mewarnai, adzan, menulis arab, membaca al qur’an, membuat kaligrafi, dan juga cerdas cermat di bidang ilmu keagamaan.

Selain lomba anak-anak ada juga hiburan yang lain seperti oklik dan juga elekton islami yang di mainkan oleh pemuda desa ngulanan sendiri. (wan/red).

Tidak ada komentar:
Write komentar