Thursday, July 13, 2017

Bandel, 10 Pemilik Tambang IPR Mangkir Dari Panggilan DLH

    Thursday, July 13, 2017   No comments

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Baru 3 dari 13 pemilik bekas lokasi tambang galian jenis c yang memenuhi panggilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, pemanggilan 13 pemilik bekas lokasi tambang tersebut dilakukan guna membahas tanggung jawab reklamasi yang menjadi kewajiban pemilik bekas tambang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, dari 13 pemilik bekas lahan tambang galian jenis c, hanya 3 yang datang memenuhi undangan. Padahal, pertemuan yang digelar beberapa waktu lalu itu sangat penting yakni bagaimana bentuk tanggung jawab dari pengusaha tambang untuk melakukan reklamasi.

"Baru 3 yang hadir kemarin. Padahal semua ada 13 pengusaha tambang," katanya saat ditemui di depan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro. Rabu (22/7/17).

Direncanakan, pihaknya bakal memanggil kembali 10 pemilik usaha galian jenis c tersebut. Sehingga bekas lahan tambang tersebut kembali bisa dimanfaatkan atau produktif. "Mereka mengaku, dulu pihak pembeli material berjanji sanggup melakukan reklamasi. Namun hingga kini belum dilakukan," imbuhnya.

Dari data yang dihimpun dari kantor Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, 13 pengusaha  tambang galian jenis c semuanya mengantongi Ijin Pertambangn Rakyat (IPR). Dalam surat keputusan Bupati juga menyebutkan, setelah melakukan aktivitas tambang pemilik wajib melakukan reklamasi atau petemajaan. Agar lahan tetap produktif.

Tiga belas pemilik IPR tersebut adalah lahan milik Randi seluas 10,004 ha, jenis pasir dan tanah urug yang berlokasi di Desa Tebon, Wahyu Isnin Yunarto seluas 8.812,00 ha (tanah urug) di Desa Kalirejo Kecamatan Malo, Solikin seluas 8.353,00 ha (tanah urug) di Desa Katileng Kecamatan Malo, Hermfry seluas 9.587,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Siyo Susiyono seluas 10.059,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Abdul Rochim seluas 9.059,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Choirul Anas seluas 10.000,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan.

Selanjutnya, Edo Suwito seluas 9.814,00 ha (tanah urug) di Desa Ketileng Malo, Widiarto seluas 9.772,00 ha (tanah urug) di Desa Malo Kecamatan Malo, Carinanik seluas 5.525,00 ha (tanah urug) di Desa Malo Kecamatan Malo, Munarto seluas 9.034,00 ha (tanah urug) di Desa Donan Kecamatan Purwosari, Maryono seluas 9.330,00 ha (pasir) di Desa Sambeng Kecamatan Kasiman, dan Mursid dengan lahan seluas 9.999,00 ha (tanah urug) di Desa Donan Kecamatan Purwosari. (wan/red).

No comments:
Write comments