Tuesday, July 11, 2017

Bau Tak Sedap Berasal Dari Proses Perawatan Sumur Pad A Milik JOB PPEJ

    Tuesday, July 11, 2017   No comments

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro sudah mulai melakukan aktifitas seperti hari-hari setelah terpapar  bau tidak sedap. Sebelumnya, bau itu membuat 27 warga mendapat perawatan karena mengeluh mual-mual. Satu warga lainnya yang sempat dirujuk ke rumah sakit karena mengalami muntah-muntah dan pusing juga sudah pulang.
"Satu orang yang sempat dirujuk ke  Rumah Sakit Ibu Sina juga sudah pulang," ujar  Kepala Desa Sambiroto, Sudjono.
Ditambahkan, 28 warga yang mengalami mual, pusing dan muntah-muntah itu diduga mencium bau tidak sedap dari kebocoran gas saat proses work over atau perawatan sumur di Pad A, milik Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ).
Sudjono menambahkan, reaksi tubuh warga akibat bau busuk memang berbeda-beda. Jika sistem kekebalan tubuhnya lemah bisa mual pusing dan muntah. Bahkan pingsan. 

"Kalau yang kuat ya biasa. Warga yang merasa lemas kemudian langsung mendapat penanganan medis secara cepat," tambahnya.
Warga yang mencium bau tak sedap itu berada di RT 9 hingga RT 12. Pihak desa bersama dengan operator JOB PPEJ langsung mengevakuasi warga untuk mendapat penanganan medis. Mereka kemudian diobservasi di rumah masing-masing. Satu orang, Supiatun (52), warga Rt. 11 Rw. 02 di rujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina.
Perawatan Sumur
Dihubungi terpisah, Kontraktor Kontrak Kerjasama  (KKKS) Joint Operating Body Pertamina Petrochina  East Java (JOB PPEJ) memastikan bau tidak sedap yang tercium warga bukan  akibat adanya pipa gas yang bocor.
Bau tidak sedap yang tercium warga pada Senin (10/7/2017) itu terjadi saat dilakukan kegiatan work over (perawatan sumur) di PAD A, tepatnya saat pencabutan cubing.  
“Semburan bau tidak sedap itu sudah berhasil kami atasi.  Penanganan terhadap wara yang mulai-mual pun sudah langsung dilakukan. Intinya, situasi sudah aman dan terkendali. Meski begitu kami meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat bau tidak sedap itu,” kata Field Admin Superintendent (FAS)  JOB PPEJ, Akbar Pradima, Senin (10/7/2017).


Akbar Pradima menjelaskan,  pekerjaan perawatan sumur atau work over adalah kegiatan rutin dalam industri migas. Meski sudah berupaya hati-hati dan cermat, tetapi tetap ada risiko  semburan bau tidak sedap. Karena itulah, pihak JOB PPEJ tiap tahun selalu melakukan pelatihan situasi tanggap darurat bersama warga di daerah sekitar  wilayah operasi.
Kecepatan penanganan penyebaran bau tidak sedap ini, lanjut Akbar Pradima, merupakan hasil simulasi penanganan situasi tanggap darurat yang rutin dilakukan bersama warga.

“Manajemen JOB PPEJ mengucapkan terima kasih karena warga selama ini mendukung simulasi penanganan situasi tanggap  darurat.  Kami juga berterima kasih atas  dukungan dan kerjasama yang selama ini diberikan warga sehingga JOB PPEJ bisa beroperasi dengan lancar,” katanya.  (ang/lis)

No comments:
Write comments