Monday, July 3, 2017

Diancam Akan Dibunuh Gadis Dibawah Umur Ini Disetubuhi Sebanyak 4 Kali

    Monday, July 03, 2017   No comments

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Seorang pria yang disangka telah melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur diamankan oleh jajaran Sat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bojonegoro pada Kamis (29/06/2017) lalu, karena ditengarai melakukan Persetubuhan terhadap gadis dibawah umur.

Pelaku persetubuhan ini berinisial WDC (32), warga Desa Sobontoro Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, sedangkan korbannya, seorang gadis yang baru berusia 16 tahun, warga Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Dari hasil pemeriksaan awal oleh penyidik Polres Bojonegoro, pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 4 (empat) kali dengan waktu yang berbeda.

Saat ini, pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Bojonegoro, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Sujarwanto SH, kepada media ini pada Senin (03/07/2017) menjelaskan, bahwa pelaku ditangkap petugas setelah dilaporkan oleh orang tua korban sesuai Laporan Polisi Nomor LP/214/VI/2017/Jatim/Res.Bjn, tertanggal 29 Juni 2017.

Adapun kronologi peristiwa persetubuhan tersebut, lanjut Kasat Reskrim, bermula pada sekitar awal bulan September 2015, korban bekenalan dengan pelaku melalui SMS (Short Masanger Servise) selanjutnya sekira bulan Oktober 2016 korban mulai berpacaran dengan pelaku.

“Setelah berpacaran korban dijanjikan akan dinikahi oleh pelaku dan untuk membuktikan keseriusannya korban diajak malakukan hubungan badan. Apabila korban tidak mau mengikuti kemauan pelaku, korban diancam akan dibunuh” ungkap Kasat Reskrim.

Adapun hubungan persetubuhan yang pertama kali terjadi pada bulan Juni 2016 sekira jam 15.00 WIB, di dalam kamar rumah persewaan di Desa Kapas. Kemudian persetubuhan yang kedua terjadi pada bulan Agustus 2016 sekira pukul 19.00 WIB dan di susul persetubuhan yang ketiga terjadi pada Rabu (07/06/2017) sekira pukul 22.30 wib.

“Persetubuhan kedua dan ketiga dilakukan di sebuah rumah di Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro Kota,” terang Kasat Reskrim.

Masih menurut Kasat Reskrim, pada Senin (26/06/2017) sekira pukul 19.30 WIB, pelaku mendatangi rumah korban, kemudian pelaku mengajak korban ke rumahnya dengan alasan akan diajak silaturahmi dengan orang tua pelaku. Ternyata pelaku tidak mengajak korban ke rumahnya, melainkan diajak ke tempat persewaan kamar di Desa Kapas dan kembali lagi pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri.

“Saat sebelum melakukan persetubuhan, pelaku kembali mengancam korban, apabila korban tidak mau mengikuti kemauan pelaku, korban diancam akan dibunuh.” imbuh Kasat Reskrim.

Setelah kejadian tersebut, korban baru bilang pada orang tuanya, bahwa pelaku dan korban telah melakukan persetubuhan sebanyak 4 (empat) kali dan oleh orang tua korban peristiwa tersebut dilaporkan ke Polres Bojonegoro, hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku.

Secara terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi saat dihubungi media ini pada Senin (03/07/2017) pagi membenarkan bahwa jajaran Sat Reskrim Polres Bojonegoro telah mengamankan seorang pelaku yang diduga telah melakukan tipu muslihat untuk melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Saat ini, pelaku berikut barang bukti telah diamankan di rumah tahanan Polres Bojonegoro, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku disangka telah melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Karena telah melakukan tipu muslihat untuk melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. “Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar,” pungkas Kapolres.

Tak lupa, melalui media ini, Kapolres juga menyampaikan himbauan kepada para orang tua agar selalu menjaga dan mengawasi tingkah laku serta pergaulan anak-anaknya yang masih remaja, agar tidak terbawa dalam pergaulan dan lingkungan yang salah.

“Kepada bapak ibu para orang tua, agar melakukan pengawasan melekat terhadap anak-anak yang masih remaja,” pungkas Kapolres. (Ney/lis)

No comments:
Write comments