Tuesday, July 18, 2017

Hingga Saat Ini Warga Belum Dapat Kompensasi Dari lnsiden Dugaan Bocornya Gas

    Tuesday, July 18, 2017   No comments

Reporter : Bima Rahmat   

suarabojonegoro.com -  Bocornya gas milik JOB-PPEJ, beberapa hari yang lalu,hal ini akibat dari aktivitas perawatan salah satu sumur di lapangan Pad A Sukowati Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ). Kebocoran gas beracun tersebut berdampak pada warga RT 09 sampai RT 11, RW 02 Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Akibat dari kebocoran gas tersebut 29 warga keracunan dan 1 orang pingsan sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan Insentif. Selasa (18/07/17).

Kebocoran gas yang terjadi ini bukanlah merupakan yang pertama kal
inya. Supiatun warga RT 11, RW 02 Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas. Sebelum kejadian, ia bersama anak-anaknya mencium bau menyengat seperti telur busuk. Seketika itu ia mengalami mual, muntah dan merasa pusing.

"Seketika itu saya mual an pusing sehingga pingsan dan dibawa anak saya ke Rumah Sakit", katanya.

Menurut warga lain, jika selama ini warga sangat jarang sekali mendapatkan kompensasi dari JOB-PPEJ. Padahal warga setempat sering mengalami keracunan. Bantuan hanya diberikan sekali ketika dibantu oleh pihak DPDR setelah pihak DPRD mendesak JOB-PPEJ untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Jika tidak didesak pihak DPRD, maka warga tidak akan mendapatkan bantuan sama sekali dari JOB-PPEJ.

"Dulu pernah dibantu DPRD mendapatkan bantuan sembako, tapi setelah itu sampai saat ini hingga terjadi kebocoran gas kemarin tidak ada bantuan atau kompensasi dari JOB-PPEJ lagi," tambahnya.

Dalam hal ini dirinya bersama masyarakat yang lain tidak berharap lebih kepada pihak yang bersangkutan.

"Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin hidup aman an nyaman saja", pungkasnya.

Sementara itu Sujono selaku kepala Desa Sambiroto saat di konfirmasi WhatSaap terkait Kompensasi kepada korban dampat gas bocor tersebut dirinya menyatakan belum ada.

"Belum", balasnya singkat. (Bim/red)

No comments:
Write comments