Saturday, July 8, 2017

Jika Ada Kepengurus NU Yang Berpolitik Praktis Harus Di Reshuffle

    Saturday, July 08, 2017   No comments

Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Keterlibatan Organisasi Masyarakat Nahdatul Ulama (NU) dalam berpolitik Praktis dengan membuka Poling Bakal Calon Bupati dan bakal calon wakil Bupati Bojonegoro mendapatkan reaksi dari para Pembina, Pengurus  dan Dewan Pakar Aliansi Kiyai Muda Nahdotul Ummah (NU) Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya adalah dilontarkan oleh Gus Ainun na'im Pengasuh Ponpes Al Asmanah dari kendal Kabupaten Bojonegoro. Gus Un sapaan akrap Pria ini menegaskan bahwa NU harus tegas dan bijak dan jika ada pengurus yang berpolitik praktis harus di Reshuffle karena telah melanggar AD/ART serta Hittoh NU. Sabtu (08/07/17).

"Kalau ada pengurus yang terlibat dalam Politik Praktis harus di Reshuffle karena telah melanggar AD/ART serta Hittoh NU", terangnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Gus Tony Hambali dirinya menyatakan bahwasanya tindakan membuka Poling Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati sama saja dengan artinya melecehkan Khittoh NU yang manaNU sebagai Organisasi Masyatakat dan Keagamaan.

"Wah wah tindakan seperti itu sama artinya melecehkan Khittoh NU tapi masyarakat kita sudah cerdas kok mas " kelakarnya.

Menaggapi hal tersebut Aliansi Kiyai Muda NU mulai bergerak cepat untuk mengatasi Kebuntuan Komunikasi Politik di tingkat Gresroud yag mmbuat kebingungan ummat dengan adanya gerak-gerakan yang memanfaatkan simbol-simbol NU.

Dewan Syuro Aliansi Kyai Muda NU KH. Idrus Sulaiman sekaligus Pengasuh Ponpes Al Firdaus menegaskan bahwasanya masyarakat NU harus selamatkan Organisasi ini dari kepentingan-kepentingan Politik praktis dari segelintir orang yang selama ini tidak peduli dengan NU.

"Kita harus selamatkan NU dari Kepentingan-kepentingan politik praktis dari segelintir orang yang selama ini tidak pernah peduli NU", pungkasnya. (Bim/red)

No comments:
Write comments