Thursday, July 20, 2017

Menanti Keberkahan dari Swasembada Pangan dan Energi di Kabupaten Bojonegoro

    Thursday, July 20, 2017   No comments

Oleh: Ipoel Simatoepang

suarabojonegoro.com - Kabupaten Bojonegoro dengan segala potensi SDA (Sumber daya alam) yang melimpah memberikan peluang yang sangat besar untuk menjadikan sebagai kabupaten penghasil pangan yang melimpah dan menjadi sumber energy nasional dengan dioperasikannya Blok Cepu. 

Kondisi geografis yang mendukung tersebut bisa menjadi peluang Kabupaten Bojonegoro untuk menjadi lumbung pertanian dan lumbung energy sekaligus.

Untuk mencukupi pertanian modern diperlukan budidaya pertanian modern yang menggunakan peralatan modern dalam produksinya yang awalnya menggunakan manusia dibantu dengan menggunakan mesin di dlam pengolahan lahan.

Ada dua macam model pertanian yang bisa disesuaikan dengan kondisi petani di Kabupaten Bojonegoro yaitu pertanian modern/konvensional sangat tergantung pada input kimia buatan (pupuk dan pestisida), benih hibrida dan mekanisasi dengan memanfaatkan bahan bakar minyak dan juga irigasi. Sistem pertanian ini mengkonsumsi sumber-sumber yang tak dapat diperbarui, seperti minyak bumi dan fosfat dalam tingkat yang membahayakan.

Sistem pertanian seperti ini berorientasi pasar dan membutuhkan modal besar.
Penerapan sistem pertanian modern dengan memberikan pelatihan kepada generasi muda agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta teknologi di dalam mendukung pola pertanian modern.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi ini bagi parapemuda akan menjadi factor pendorong penting di dalam kemajuan pertnian di pedesaan. Itu merupakan model alternatif yang berwawasan lingkungan merupakan konsep yang pemasyarakatannya memerlukan waktu yang relatif panjang.

Oleh karena itu diperlukan diseminasi terus menerus konsep pengelolaan lahan secara organik agar sistem pertanian di Indonesia menjadi sistem pertanian yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pada masa yang akan datang pertanian organik bisa menjadi pilihan bagi petani di Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung sebagai daerah lumbung pangan. Usaha tani organik (organic farming) adalah bentuk usaha tani yang menghindari atau secara besar-besaran menyingkirkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis, zat pengatur tumbuh tanaman dan perangsang.

Produk-produk tersebut sudah diproduksi menurut standar produksi organik dan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi atau pihak-pihak yang mendapat otoritas untuk itu. Sementara yang disebut dengan pertanian organik adalah kegiatan pertanian yang mengupayakan penggunaan asupan luar yang minimal dan menghindari penggunaan pestisida dan pupuk sintetis.

Tata cara bertani dalam pertanian organik dapat digunakan untuk meminimalkan polusi udara, polusi tanah dan polusi air.
Untuk mendukung Kabupaten Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energy diperlukan pembangunan pertanian dan energy berkelanjutan lebih mentitikberatkan pada keadaan yang akan terjadi pada beberapa tahun kedepan, seperti kekurangan pangan akibat situasi ekonomi politik yang tidak menguntungkan dan ledakan penduduk yang luar biasa.

Yang menjadi permasalahn yang harus dapat diatasi adalah bagaimana cara yang harus dilakukan untuk dapat menekan jumlah penduduk dan mencukupi kebutuhan pangan secara nasional maupun internasional.

Dengan menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai lumbung pertnian dan energy, kemakmuran yang merata bagi warganya untuk semakin joss matoh dapat dirasakan setiap warga kabupaten bojonegoro. Dari beberapa urian diatas sangat jelas bahwa pentingnya sistem pertanian modern untuk dapat diterapkan oleh warga agar menghasilkan panen yang melimpah.

Kuswiyanto sebagai anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Bojonegoro dan Tuban memiliki perhatian khusus dengan memberikan program-program kepada petani untuk mencapai pertanian organik dan modern yang bisa meningkatkan hasil pertanian dan menambah penghasilan petani secara signifikan.

Sebagai salah satu tokoh nasional, Kuswiyanto bisa memberikan harapan kemajuan  lebih baik dalam meneruskan keberhasilan Kabupaten Bojonegoro dalam kepemimpinan era Kang Yoto yang diakui keberhasilannya sampai level nasional dan international.

Keberkahan lumbung energi dan lumbung pangan adalah 2 kekuatan utama menuju masa depan Kabupaten Bojonegoro. Untuk meneruskan kepemimpinan ini dibutuhkan figur yang memiliki pengalaman di level nasional dan international agar mendapatkan tempat yang terbaik dan semakin Joss Matoh. (**)

No comments:
Write comments