Tuesday, July 18, 2017

PEMIMPIN HARAPAN RAKYAT

    Tuesday, July 18, 2017   No comments

Oleh: Syah Alam Purnama

Indonesia adalah suatu Negara beraneka ragam budaya dan bahasa yang sedang berkembang yang memiliki banyak sumber daya alam dan menjadi salah satu Negara berkecukupan di dunia. Negara Indonesia adalah suatu Negara demokrasi yang mempunyai pilar-pilar Negara yang di susun di atas bhineka tunggal ika. Menjadi seorang pemimpin politik tidak semudah membalikan telapak tangan membutuhkan kesabaran, ketulusan , ketelitian, kecerdikan, mempunyai jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab yang tinggi. Jika seorang tidak mempunyai jiwa kepimimpinan tapi menjadi pemeimpin lalu bagaimana keadaan suatu Negara yang di pimpinnya?

`Berbicara masalah pemimpin, apalagi pemimpin yang berpolitik saat ini sangat lumrah di pendengaran kita bahkan siapapun biasa menjadi pemimpin asalkan sesuai dgn keinginan rakyat.  Jika  dilihat dari segi kepemimpinan pasti ada pemimpin dan pasti ada yang dipimpin. Tapi bukanlah kata yang ingin kita tkusuri akan tetapi makna dan kewajiban yang menyandang status tersebut. Ya paling tidak seorang pemimpin mampu memberi  contoh yang baik untuk Rakyatnya.pemimpin di harapkan iyalah yang mempunyai gaya karismatik, demokratis, situasional dan yang terpenting memiliki rasa tanggung jawab dan mampu menanggung masalah ketika negaranya terkena masalah di dalam negaranya,akan dan juga tidak hanya mendengar orang yang berdasi saja akan tetapi orang yang memakai kaos robek . tetapi yang terjadi saat ini banyak pemimpin yang tidak melihat kondisi rakyatnya dengan problematika ekonomi dan kemiskinan yang saaat ini terjadi di Indonesia dan tega membuat sebuah isu yang siap menghancurkan hati rakyat yang terbiasa hidup pada pemerintahan Indonesia mewacanakan berpindah ibu kota ,ini sungguh di luar dugaan.dan perencanaan kerap menimbulkan kontroversi masyarakat dalam berargumen,pemerintah memang mempunyai hak yang tinggi di bandingkan rakyat ,pemerintah juga mengucap ikrar sumpah untuk mengayomi masyarakat dan melayani masyarakat dengan baik akan tetapi mengapa ikrar sumpah itu masih ada yang melanggar ? apakan rakyat harus kembali seperti dulu pada saat penjajahan kolonial belanda,jika pendidikan saja mulai terabaikan lalu bagaimana nasib generasi bangsa jika menghadapi era globalisasi yang semakin hari semakin memanas yang menyerang generasi yang tidak berpendidikan.

Menjadi pemimpin tidaklah serta merta menganggap dirinya di atas rakyat atau menganggap dirinya yang terbaik di antara rakyatnya. Seorang pemimpin yang di harapkan sejagat raya adalah seorang yang tawadhu sebagai pemimpi yang bermaknba sikap menundukan hati agar tidak menunjukan iya lebih baik dari orang lain karna pemimpin yang tawadhu akan slalu di cintai oleh rakyatnya sebagaimana khalifah abu bakar as-shiddiq dalamgaya kepemimpinan nya. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang menepati janjinya. Dalam hal ini seorang pemimpin merealisasikan program-prongram kerjanya yang di tawarkan kepada rakyat pada saat masa pengenalan dirinya. Pemimpin harus slalu ingat bahwa jabatan adalah amanah dan pasti akan dimintai pertanggung jawabannya oleh yang maha kuasa karana amanah bukanlah suatu kehormatan seorang pemimpin tetapi untuk kehormatan umat dan bangsa ini.,negri ini membutuhkan sesosok pemimpin yang jujur dan kompeten mengurus Negara dan juga harus memiliki visi dan misi untuk mengurusi Negara. Kehancuran suatu Negara tidak terjadi karana pemimpin yang tidak pintar tetapi karna pemimpin yang tidak jujur. Negri ini akan hancur jika suka mengingkari janjinya, Keberpihakan dan kepedulian ini bukan hanya omong kosong, janji-janji dan desain media. Jika hanya desain media, begitu mudah media dalam membentuk dan menyihir opini publik sebagai langkah pencitraan. Keberpihakan dan kepedulian terhadap kepentingan Bangsa dan Umat adalah pekerjaan yang tidak mudah, dan tidak bisa diwakili dengan pencitraan sesaat tetapi nol bukti dan realisasi.

 Keberpihakan dan kepedulian bisa dilihat dari fakta dan realita yang ada. Apakah seorang pemimpin lebih memilih untuk mengabdi atau ambisi terhadap sebuah tampuk jabatan. Seorang pemimpin yang sejati hadir karena dorongan nurani melihat kondisi bangsa dan Umat sebagaimana sifat dan sikap teladan pemimpin juga digambarkan dalam Al-Qur’an: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. Attaubah: 128).Semua sifat kepemimpinan dalam ayat di atas didasari dengan seruan nurani tentang rasa miris, empati dan sayang terhadap kondisi Umat terutama terhadap orang-orang mukmin. Yang menarik, akhir ayat tersebut secara spesifik menyebutkan sifat kasih sayang terhadap orang mukmin. Jika begitu, apakah calon pemimpin yang mengganggu kegiatan, kenyamanan bahkan infrastruktur tempat orang mukmin melakukan ibadah, pemimpin tersebut sesuai dengan kriteria yang Allah SWT angkat? Jelas Al-Qur’an ketika mengkhususkan kata orang mukmin tersebut tidak disampaikan secara kebetulan, dan mesti ada isyarat tersendiri. Pemimpin yang tegas dan berani menjadi dambaan rakyat dan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang kaya.

Kekayaan berlipat-lipat yang dimiliki Indonesia menjadikannya sasaran empuk bagi asing. Untuk meraup atau merampok kekayaan itu harus dilakukan secara sistematis dan memanfaatkan penguasa setempat, agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan aman bahkan legal. Inilah fakta yang terjadi selama ini dan sudah menjadi rahasia umum. Pemimpin yang tidak tuli dari kritikan dan masukan rakyatnya. Pemimpin yang mau makan satu meja dengan rakyatnya. Pemimpin yang siap turun ke bawah melihat penderitaan rakyatnya. Pemimpin yang pro terhadap program kesejahteraan rakyat, bukan mengungsikan rakyatnya demi kepentingan pengusaha dan segolongan orang. Inilah pemimpin yang diharapkan rakyat, pengabdian yang tulus dan tawadhu akan membuahkan hubungan yang mencintai di antara pemimpin dan rakyatnya. Pemerintahan yang baik adalah, pemimpin mencintai rakyat dan rakyat mencintai pemimpinnya.

*)penulis adalah mahasiswa stai attanwir

No comments:
Write comments