Wednesday, July 12, 2017

Penertiban PKL Sebagai Wujud Penegakan Perda 15 Tahun 2015

    Wednesday, July 12, 2017   No comments

Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Sebanyak 3 Pleton (90) Personil hari ini menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) disepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto. Hal ini disampaikan oleh Plt Kasatpol PP Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan S. STP. Dirinya menyatakan bahwa penertiban para Pedagang Kaki Lima tersebut sebagai pelaksanaan amanah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015. Dimana salah satu aspek pendukung terselenggaranya Trantibum ini adalah dengan berfungsinya sarana dan perasarana Publik. Rabu (12/07/17).

"Ini sudah sesuai dengan scedule oleh Satpol PP, sebagaimana pelaksanaannya secara bertahap dan ini adalah tahap yang kesekian kalinya", katanya.

Mantan Camat Malo ini menegaskan bahwa dalam Perda bahwasanya apabila menggunakan fasilatas umum atau prasarana Publik tanpa adanya Ijin dari Instansi yang berwenag maka yang bersangkutan pengguna fasilitas tersebut dapat dikenai sangsi kurungan 3 Bulan atau denda maksimal Rp50 juta.

"Akan tetapi sampai saat ini Satpol PP Kabupaten Bojonegoro menghindari sangsi tersebut, walaupun dari segi daya aparatur kita sudah mempunyai aparatur PPNS. Tetapi apabila pada kondisi tertentu mungkin kita akan menerapkan sangsi tersebut", ujarnya.

Adapun target penertiban Jalan Protokol sekabupaten Bojonegoro yang menjadi sasaran strategis Satpol PP Kabupaten hingga saat ini masih banyak yang belum ditertibkan. Sasaran berikut adalah yang bersinggungan dengan Pasar Tradisional Kabupaten Bojonegoro, seperti Jalan Mastrip, Jalan KH Mas Mansur, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Imam Bonjol.

"Nantinya setelah akses Jalan yang mengelilingi Kota selesai baru nantinya kita akan menertibkan di Pasar Kota", jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pak Gunawan ini juga menuturkan bahwa yang masuk dalam wilayah Pasar Kota adalah yang hanya ada di dalam pagar Pasar dan yang berada di luar pagar adalah Jalan Protokol.

"Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya yang berada di luar pagar Pasar telah beralih fungsi. Seperti yang kita ketahui, sebagaimana kegiatan yang berada di luar pagar pasar Kota telah beralih fungsi sebagai pendukung pasar. Jadi ini sudah salah kaprah", tuturnya.

Dengan penertiban tersebut dirinya berharap agar semua pihak faham tentang aturan serta fungsi sarana dan prasarana Publik . Walaupun demikian pihak Satpol PP dalam hal ini tidak dengan serta merta menertibkan PKL tanpa adanya solusi.

"Kita tetap memberikan solusi dengan memberikan ijin beraktifitas yakni pada pukul 16.00 sampai 24.00 serta pukul 04.00 sampai pukul 08.00", pungkasnya. (Bim/red)

No comments:
Write comments