Monday, July 3, 2017

PMII Bojonegoro Minta Kejari Tegas Usut Tuntas Kasus Korupsi di Bojonegoro

    Monday, July 03, 2017   No comments

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro geram perihal tidak jelasnya pemulihan kerugian keuangan negara korupsi perjalanan dinas (perdin) anggota DPRD Bojonegoro Tahun 2006/2007 dan mandeknya kasus korupsi bimtek  dan sosialisasi perundang-undangan DPRD Bojonegoro Tahun 2012 sampai saat ini.

Ahmad Syahid, Selaku Ketua Umum PC PMII Bojonegoro meminta Kejari Bojonegoro agar segera menuntaskan amanah undang-undang perihal pemulihan dana perdkn DPRD 2006/2007 yang hingga saat ini belum selesai. Masih ada beberapa anggota DPRD yang belum mengembalikan uang negara. Sehingga kejaksaan negeri Bojonegoro harus tegas mengusut itu. "Padahal ada juga anggota DPRD yang dulu menjabat, sekarang menjabat lagi, tapi masih belum mengembalikan semuanya. Sehingga  repot ini kalau dibiarkan. Agar mereka jera dan tidak mengulangi lagi, maka Kejari harus tegas dan siap berikan sanksi bagi mereka yang belum mengembalikan uang negara  tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, PMII juga menyoroti lagi lambanya kasus Bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi perundang-undangan DPRD tahun 2012. Sebab semua anggota DPRD kan wajib mengembalikan chasback ke kas negara, tapi masih banyak yang belum melunasinya. Apalagi bila kejari mau mengusut kasus tersebut hingga tuntas, bisa jadi semua kena. "Sebab di DPR itu kinerjanya adalah kolektif kolegial, masak diantara 50 anggota DPRD, baru 1 yang diproses hingga ditahan. Padahal semuanya ikut menikmatinya. Kan tidak adil ini," tambahnya di Kantor PC PMII Bojonegoro.

Kejari harus mempertimbangkan betul UU Tipikor Pasal 4, bahwa; pengembalian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan pidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 2 dan pasal 3. "Oleh karenanya kami minta kepada kejari untuk menuntaskan kasus korupsi ini hingga ke akar-akarnya dan segera menyelediki proyek-proyek besar (multi years) di Bononegoro. Agar tidak terjadi lagi penyelewengan uang negara untuk memperkaya diri di negeri ini, terutama Bojonegoro," pungkasnya. (Wan/Lis)

No comments:
Write comments