Sunday, July 30, 2017

Tari Tradisional Masih Eksis diBojonegoro

    Sunday, July 30, 2017   No comments

Oleh: Susilowati

suarabojonegoro.com -  Indonesia merupakan pusat seni dan budaya, banyak sekali kesenian yang ada di Indonesia salah satunya adalah seni tari tradisional. Seni tari tradisional adalah suatu tarian yang pada dasarnya berkembang disuatu daerah tertentu yang sudah turun-temurun menjadi budaya masyarakat tersebut. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki tarian khas masing masing, seperti di Bojonegoro.

Bojonegoro memiliki tarian khas yaitu Tari Thengul. Tari Thengul adalah tarian yang terinspirasi wayang thengul dari Bojonegoro, Jawal Timur. Dalam tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai wayang thengul. Masih banyak lagi tarian dari Bojonegoro seperti Tari Mliwis Putih dan Tari Tayub. Tari tradisional ini biasanya di tampilkan dalam acara hari kemerdekaan Indonesia, acara perpisahan sekolah, acara pernikahan dan lainnya. 

Tari tradisional ini tidak hanya di pelajari oleh orang dewasa saja tetapi banyak anak-anak yang sangat antusias untuk mempelajari tari tradisional ini, bahkan tari tradisional ini diajarkan kepada anak anak sejak usia 5 tahun di bangku TK sampai SD dan di  SMP dan SMA  juga diajarkan tari dalam pelajaran seni budaya, bahkan ada juga sekolah yang mengadakan ekstrakulikuler tari, ada juga yang mendirikan sanggar tari untuk lebih mendalami seni tari. 

Seperti yang ada di kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro yaitu sanggar tari Pandan Wangi yang setiap hari minggu rutin mengajari anak-anak untuk menari.

Memang sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat Indonesia yang mamiliki banyak kesenian untuk melestarikan kesenian tersebut. Kesenian Indonesia adalah sesuatu yang harus kita syukuri dan lestarikan. 

Di era modernisasi ini banyak budaya barat yang berlahan-lahan masuk ke Indonesia. Jangan sampai kesenian kita hilang begitu sajakarena budaya barat, dengan cara kita melestarikannya budaya kita akan tetap ada, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita ini.


PenulisMahasiwa: IKIP PGRI BOJONEGORO

No comments:
Write comments