Friday, September 29, 2017

KPSB Dan KPSAD Agendakan Nobar Film G30S/PKI

    Friday, September 29, 2017   No comments

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Peristiwa kelam yang terjadi pada tanggal 30 September Tahun 1965 merupakan tragedi berdarah atas penghianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) dengan menculik dan membunuh tujuh Jendral dan satu perwira menengah (Pamen)serta satu perwira pertama (Pama)Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang harus dikenang dan diperingati. Jumat (29/09/17).

Mengenag masa kelam tersebut Komunitas Pencak Silat Bojonegoro (KPSB) dan Komunitas Panahan Angling Dharma agendakan nonton bareng (Nobar) pemutaran film tragedi pengkhianatan Gerakan 30 September
atau yang dikenal dengan G30S/PKI yang akan diselenggarakan di Makodim 0813 Bojonegoro.

"Besok (Sabtu 30/09/17) dengan bekerja sama dengan Kodim 0813 Bojonegoro, akan diselenggarakan Nobar film G30S/PKI", kata Didik Rianto selaku Ketua KPSB.

Nobar yang dimulai pada pukul 19:00 dan terbuka untuk umum tersebut diharapkan dapat mengigatkan kembali masa kelam Bangsa Indonesia serta memberikan pembelajaran bagi gemerasi muda agar masa kelam tersebut diharapkan tidak akan terulang kembali.

"Jangan sampai faham komunis ini nantinya tumbuh kembali karena ketidak fahaman generasi muda", ujarnya.

Sementara itu Komando Distrik Militer
(Makodim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo menuturkan bahwa pemutaran film G30S/PKI ini merupakan permintaan dari berbagai elemen dan kelompok masyarakat.

"Nonton barengnya akan serentak dilakukan di seluruh Koramil dan Kodim", ujarnya.

Dirinya berharap, pemutaran film tersebut dapat diikuti kalangan masyarakat yang ada di Bojonegoro, agar dapat mengambil pelajaran bagi anak bangsa agar hal serupa tidak sampai terulang kembali.

"Agar masyarakat khususnya generasi muda tidak lupakan sejarah bahwa pernah ada peristiwa gerakan G-30S/ PKI. Sehingga kita selalu waspada terhadap upaya berbagai pihak untuk pecah belah NKRI melalui isue radikalisme dan Komunisme", pungkas. (Bim/red).

No comments:
Write comments