Monday, September 18, 2017

Masyarakat Mati-matian Minta Kang Yoto Kawal Pengisian Perangkat Desa

    Monday, September 18, 2017   No comments

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Desas-desus praktek suap dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa membuat sebagian banyak masyarakat resah. Praktek kotor tersebut setiap hari santer dibicarakan.

Yang membuat tercengang adalah dari penelusuran suarabojonegoro.com dilapangan menyebutkan, ada oknum yang tergabung dalam sebuah jaringan yang mulai menawarkan jasanya, sehingga bisa meloloskan "Pasienya" ditetapkan sebagai perangkat desa.

Mereka sudah tersebar di 28 Kecamatan. Tentunya gerakan mereka sudah sangat masif.

Kabarnya, untuk meloloskan "pasienya" para oknum mematok harga mulai 100 juta hingga 300 juta rupiah. Nilai yang sangat fantastis untuk sebuah jabatan ditataran desa.

Kabar tersebut tentunya semakin membuat banyak para peserta ujian perangkat desa lainya merasa resah. Namun, pihak Pemkab Bojonegoro hingga kini belum menerima aduan dari masyarakat terkait adanya temuan praktek suap.

"Belum ada (aduan praktek suap). Kecuali sms yang khawatir ada permainan, sehingga minta dikawal mati matian," kata Kang Yoto.

Beberapa Lembaga Swadaya
Masyarakat di Bojonegoro juga turut menyoroti teknis pelaksanaan pengisian perangkat desa. Dinilai, Perda dan Perbup Bojonegoro tentang pengisian perangkat desa masih ada celah. Beberapa permainan kotor masih bisa dilakukan dalam Pengisian serentak ribuan perangkat desa kali ini.

LSM Mliwis putih Bojonegoro meminta kepada pihak ketiga (Universitas Negeri Semarang) agar melakukan koreksi soal ujian tulis seketika ujian selesai. Dan langsung diumumkan seketika itu juga. "UNNES harus langsung melakukan koreksi seketuka itu juga, dan langsung diumumkan nilai-nilainya," kata ketua LSM Mliwis Putih, Bambang Laras.

Pasalnya, dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa yang bakal dihelat pada tanggal 26 Oktober 2017 ini memiliki celah untuk melakukan kecurangan yang sangat lebar. Ada beberapa teknis yang dinilai sangat perlu diawasi dan kawal oleh semua pihak. (wan/red).

No comments:
Write comments