Saturday, October 7, 2017

Direktur SKT Memohon Pemerintah Pusat Agar Cukai 2018 Tidak Dinaikan, Ini Dampaknya

    Saturday, October 07, 2017   No comments

Reporter : Andri Yanto

suarabojonegoro.com - Sriyadi Purnomo Direktur Sigaret Kretek Tangan (SKT) Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kapas, Kalitidu dan Padangan Bojonegoro meminta dukungan ke sejumlah pihak agar Pemerintah Pusat tidak menaikan tarif cukai SKT pada 2018 nanti.

"Kami meminta kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD Bojonegoro dan DPRD Jatim. Serta DPR RI dan juga FSP RTMM SPSI (Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) khususnya mendukung Surat kepada Menteri untuk tidak menaikan cukai rokok khusus SKT di tahun 2018," terang Sriyadi dalam sambutannya pada acara HUT Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) ke 41.

Kenaikan tarif cukai SKT dinilai akan mempengaruhi ribuan pekerja yang berbuntut Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Disebutkan dari tahun 2013 hingga 2017 sejauh ini pekerja di 3 MPS terus berkurang. "Di tahun 2013 ada 4419 pekerja dan sekarang tinggal 2966 pekerja," jelasnya.

Karena itu menurutnya pengaruh tersebut bisa terjadi ke sejumlah pekerja MPS lainnya seperti di Jawa Timur ada 21 MPS. Kemudian di Jawa Tengah ada 12 MPS, Jawa Barat 2 MPS dan Yogjakarta ada 4 MPS. Diketahui semua MPS tersebut bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk yang memiliki 48 ribu pekerja. "Padahal di tahun 2013 lalu masih ada 60 ribu," tambahnya.

Hal tersebut menurut Sri Purwanti Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) FSP RTMM SPSI Koperasi KAREB Unit SKT MPS Kapas Bojonegoro sangat barkaitan langsung dengan masa depan dan nasib para pekerja untuk tetap bisa bekerja agar dapat membantu suami, guna memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus dapat menyekolahkan anak anak mereka. "Apabila SKT diganti SKM (Sigaret Kretek Mesin) maka satu mesin tersebut yang bekerja 24 Jam akan mampu menghasilkan rokok dengan jumlah yang sama dengan yang dihasilkan oleh 4500 pekerja. Andai kata hal tersebut benar benar terjadi makan akan ada PHK besar besaran di Bojonegoro ini," jelasnya.(and/red)

No comments:
Write comments