Friday, October 20, 2017

Festival Wayang Kulit Puncak Puncak HUT Jawa Timur Di Desa Plesungan

    Friday, October 20, 2017   No comments

Reporter : Bima Rahmat                 

suarabojonegoro.com - Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, dalam beberapa minggu ini menggelar berbagai rangkaian kegiatan peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Timur yang ke 72. Kegiatan yang diawali pada tanggal 18 Oktober tersebut disambut meriah oleh warga masyarakat sekitar. Jumat (22/10/17).

Kepala Desa Plesungan, Mohammad Choiri menuturkan bahwa perayaan HUT Provinsi Jawa Timur ini merupakan bentuk apresiasi dari seluruh anggota dewan yang ada di dapil Bojonegoro.

"Karena Desa Plesungan di tahun 2017 ini keluar sebagai pemenag sebagai juara di tingkat Provinsi, walaupun hanya sebagai juara III. Apalagi Bojonegoro hampir 25 tahun tidak pernah lolos lomba Desa ditingkat Provinsi", katanya.

Ia menyatakan bahwa dalam HUT Probinsi Jawa Timur ini pihaknya diberi kebebasan untuk memilih kesenian tradisional yang diinginkan.

"Pada bulan agustus yang lalu pemerintah desa sengaja tidak mengadakan kegiatan, karena akan kita rangkai dengan hari jadi ini dan dirangkai juga dengan hari sumpah pemuda", tuturnya.

Sementara itu Suyanto, selaku Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, menuturkan bahwa kegiatan HUT Provinsi Jawa Timur di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas tersebut merupakan reses dari DPRD Jawa Timur.

"Kegiatannya adalah gelar seni budaya, sebagai wujud pelestarian seni dan budaya dan sekaligus sebagai media komunikasi menyampaikan program-program. Dan Bojonegoro mengambil sesen wayang kulit", ujarnya.      

Dirinya berharap apa yang dipertontonkan nanti dapat menjadi tontonan, tuntunan an tatanan. Sedangakan untuk lakon yang akan ditampilkan oleh dalang Warseno Slank nanti malam berjudul "Gatot Kaca Winisudo".

"Jadi dalam lakon itu bercerita betapa susahnya sesorang untuk mendapatkan gelar yang harus melalui ujiun-ujin. Kalau ujian ini dapat lolos maka akan mendapatkan gelar atau kepercayaan. Ini yang dapat diteladani dalam pemilihan lakon yang ditampilkan", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments