Saturday, October 7, 2017

Lurah dan Camat Harus Jadi Teladan Implementasi Pancasila

    Saturday, October 07, 2017   No comments

Reporter: Andri Yanto

suarabojonegoro.com - Lurah dan Camat sebagai aparat pemerintahan sekaligus pengabdi masyarakat tentu harus memiliki pemahaman Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dalam konteks penguatan pemahaman tersebut, Bapak H. Abidin Fikri, SH., MH selaku Anggota MPR RI mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI di hadapan para lurah dan camat di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (7/10/2017).


“Saya sangat meyakini bahwa Bapak/Ibu Lurah dan Camat di Bojonegoro ini adalah pelayan bagi rakyat yang selama ini telah mengimplementasikan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam aktivitas sehari-hari,” Ujar Abidin dalam pidatonya.


Anggota Badan Sosialisasi MPR RI tersebut menegaskan bahwa keteladanan dari para lurah dan camat menjadi hal yang sangat berharga dewasa ini. “Keteladanan yang Bapak/Ibu berikan di kehidupan sehari-hari dan dalam menjalankan pembangunan di wilayah masing-masing dapat diwujudkan  dengan partisipasi melalui gotong royong, saling menghormati serta menghargai keberagaman yang ada di masyarakat,” kata Abidin.


“Kita harus mensyukuri bahwa Allah SWT menganugerahkan pada Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kaya akan keberagaman suku, agama, ras dan kekayaan alam. Kita juga patut bersyukur karena Allah SWT memberikan petunjuk kepada para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno untuk menggali Dasar Negara kita, Pancasila,” Jelas Politisi PDI Perjuangan tersebut.


“Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yaitu Pancasila yang memuat lima prinsip dasar Indonesia Merdeka, yaitu Kebangsaan, Perikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan, inilah yang disebut dengan Pancasila yang kita kenal sekarang," tegasnya.


Lima prinsip ini sejak kelahirannya tidak mengalami perubahan, walaupun urutan-urutannya berbeda seperti yang kita kenal sekarang. "Tidak ada bedanya, walaupun urut-urutannya berbeda," paparnya.  Diakuinya, masih banyak masyarakat yang sering meributkan perbedaaan urutan sila-sila antara Pancasila 1 Juni, 22 Juni dan pembukaan UUD 1945.


Ia menegaskan, prinsip Pancasila bukan terletak pada urutan sila-sila tersebut. Lebih dari itu, lima prinsip dalam Pancasila itu yang menjadi prinsip dasar atau filosofi gronslagh Indonesia merdeka dan falsafah Bangsa, dimana Indonesia merdeka bukan untuk satu golongan semata, tapi satu buat semua, semua buat satu.


“Pancasila telah terbukti mampu menjadi perekat bangsa  Indonesia yang multi etnis dan multi agama, maka mari kita semua menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas kita sebagai pelayan dan pengabdi masyarakat di Bojonegoro,” Tegas Abidin. (And/*)

No comments:
Write comments