Senin, 29 Januari 2018

Gerhana Bulan Total, Kemenag Bojonegoro Himbau Sholat Gerhana Berjamaah

    Senin, Januari 29, 2018   No comments

Reporter: Abid Amrullah 

suarabojonegoro.com - Dari hasil sidang Temu kerja hisab rakyat yang di selenggarakan pada tanggal 24 -  26 mei 2016 di Bogor menghasilkan bahwa pada hari rabu 31 januari 2018 M mendatang bertepatan tanggal 14 jumadil ula 1439 H akan terjadi gerhana bulan total.

Press release yang di keluarkan oleh Kementerian Agama bernomor B.156/DJ.III/HM.01/01/2018. Perihal Merujuk hasil keputusan Temu Kerja Hisab Rukyat yang diselenggarakan pada tanggal 24 s.d. 26 mei 2016 di Bogor Provinsi Jawa Barat. Dengan ini kami menginformasikan bahwa pada hari rabu 31 januari 2018 M bertepatan tanggal 14 jumadil ula 1439 H mulai pukul 18 : 48 : 27 WIB di Indonesia akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT).

Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati Gerhana Bulan ini. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 20 : 29 : 49 WIB dan akhir Gerhana Bulan pukul 22 : 11 : 11 WIB.

Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan press release sholat gerhana bulan (shalat khouf) , sudi kiranya di muat pada situs Kementerian Agama

Gerhana bulan total ini di prediksikan akan terjadi pada malam hari seperti yang di tuturkan  oleh Muhammadiyah Amin selaku Derektur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Gerhana bulan total ini dapat dilihat di seluruh kawasan Indonesia yang di mulai pada pukul 18 : 48 : 27 WIB mencapai puncaknya pada pukul 20 : 29 : 49 WIB dan di akhiri pada pukul 22 : 11 : 11 WIB.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Bojonegoro Pak Munir beliau mengatakan serta menghimbau kepada seluruh masyarakat melewati suratnya yang di kirimkan kepada KAU seluruh Bojonegoro agar mengadakan sholat gerhana secara berjmaaah di tiap-tiap daerahnya.

"Kami sudah mengirim surat, beserta teks khutbah dan tata caranya ke KUA seluruh Bojonegoro," tuturnya

Pihaknya juga menambahkan bahwa dari Kemenag Bojonegoro tidak melaksanakan Sholat gerhana bulan berjamaah secara terpusat melainkan meminta dari orang Kemenag untuk menjadi pioner di masing-masing daerahnya.

"Kami tidak mengadakan Sholat secara terpusat, melainkan kami menghimbau agar di laksanakan di seluruh daerah agar seluruh lapisan  masyarakat bisa ikut," imbuhnya. (Bid/Red)

Foto: Ilustrasi

Tidak ada komentar:
Write komentar