Rabu, 14 Februari 2018

UMKM Diharapkan Topang Perkonomian Bojonegoro

    Rabu, Februari 14, 2018   No comments

Reporter : Wahyudi

suarabojonegoro.com - Negara hadir untuk menjadi pemberdaya dan penyokong permasalahan kerakyatan. Semangat itu menjadi salah satu filosofi yang diemban oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menggerakkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Bojonegoro, Elsa menjelaskan, pusat pengembangan dan akselerasi bisnis UMKM merupakan bentuk kepedulian, kepekaan, supporting dan fasilitasi pemerintah terhadap para pelaku usaha dalam menumbuhkan usaha mikro di Bojonegoro.

Sehingga, lanjut dia, di masa yang akan datang bisa semakin berkembang, maju, kuat, eksis, dan hebat. Sejalan dengan semangat Bojonegoro. PPAB UMKM, ada lima layanan yakni panduan bisnis, pendanaan, pemasaran dan kontraktual, pembelajaran dan pendampingan lokal.

Fsilitasi tersebut semakin maksimal dengan kolaborasi berbagai pihak. Mulai akademisi, perbankan, NGO, perusahaan dan lain-lain. "Sehingga UMKM bisa menopang perekonomian Bojonegoro," jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah pelaku UMKM di Bojonegoro mencapai 77 ribu non pertanian. Jika ditambah di sektor pertanian, jumlahnya mencapai 120 ribu. Omset UMKM dalam kurun waktu satu tahun mencapai Rp 8 trilyun rupiah.

Bupati Bojonegoro, Suyoto menjelaskan, dari Rp 8 trilyun omset koperasi, 25 persen dari pelaku ekonomi di Bojonegoro adalah UMKM. Menunjukkan bahwa sektor UMKM kuat. Di Bojonegoro pemerintah adalah akseletator dan pengembang bukan pendamping semata.

"Mengembangkan, menumbuhkan, memperkuat kapasitas dalam segala aspek harus ditingkatkan," tuturnya.

Pihaknya tidak hanya mendampingi. Namun, memfasilitasi. Sehingga, tahun depan bisa meningkat Rp 10 trilyun. Diharapkan meningkat tiga kali lipat, maka PDRB bisa mencapai 50-60 persen.

Ia menambahkan, perbankan dibuat model yang mendukung UMKM. Sehingga bisa tumbuh dan berkembang. Sehebat apapun produk jika tidak laku maka bukan hebat.

Dinas moperasi dan UM diharapkan menjadi inovator. Tidak sekedar birokrasi, namun mengembangkan sektor ini bergerak kearah positif. "Salah satu hal yang mendorong adalah gemar mempromosikan produk-produk yang dihasilkan melalui media sosial dan lain sebagainya," imbuhnya. (yud/red)

Tidak ada komentar:
Write komentar